Debat Suami Isteri Mengenai Pilihan Sekolah Anak (12 Desember 2010)

Memang anak kami masih kecil. 2 tahun awal tahun depan, namun perdebatan kamu selaku orang tua terhadap pilihan sekolah sudah dimulai dari usianya 1 tahun. Perdebatan dipicu karena keinginan berbeda (yg juga dipicu latar belakang berbeda jauh). Suami inginnya anak di sekolah umum aja,yg pakai BOS, SMP baru dipesantrenkan. Sedang saya yg dari kecil sampai kuliah, ALHAMDULILLAH, selalu di sekolah negeri favorit, ngotot anak mengikuti jejak saya.

Lalu suami bilang,”Kita tetap harus orientasi pendidikan untuk bekal akhirat, karena dia nanti yg akan’mendoakan kita kalau kita sudah meninggal.” Jadi malah suami ingin anak ke sekolah berbasis agama atau ke pesantren. Mungkin mengingat saya juga bukan seorang ibu yg bisa menjadi madrasah yg baik bagi anak. Masalah tidak absen pengajian,baca Al Qur’an tiap hari termasuk dengan tadjwid yg benar saja saya masih harus diabsen suami secara rutin.

Kembali ke masalah perdebatan,saya juga ga kalah ngotot. Membandingkan dengan seorang keponakan dan saudara suami yg sekolah di SD dekat rumah,yg menurut saya yg membantu mengerjakan PR mereka, kok ya jauh banget dibandinkan standar kemampuan calistung di SD tempat saya dulu menuntut ilmu. Akhirnya suami mencari jalan tengah,OK ke sekolah pilihan saya tapi setelah itu harus ikut program I’daad dari Ustadz Yusuf Mansyur. Cerita dilanjutkan lagi nanti karena harus dipotong urus anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s