Debat Suami Isteri Mengenai Pilihan Sekolah Anak, Bagian Kedua (12 Desember 2010)

Tadinya sempat tenang sejenak setelah menyepakati anak harus masuk I’daad yg dikelola Ustadz Yusuf Mansyur setelah dia tamat SD. Namun dalam silaturrohiim ‘Iedhul Fithri kemarin muncul perdebatan baru.

Diawali cerita sepupu suami yg anaknya dipesantrenkan dari kecil. Si anak kelas 2 SD aja sudah hafal 2 juz& SUBHANALLAH, rezeki orang tuanya pun jadi berlimpah dengan rahmat ALLAH SWT. Suami bilang hal itu jadi contoh, bahwa ALLAH SWT pasti meberi berbagai kemudahan kalau kita menempatkan anak kita di jalan ALLAH. Cuma sebagai ibu, jok saya ga tega ya, jauh dari anak yg masih SD pula.

Mulailah saya bergerilya mencari SD yg bisa memenuhi kriteria kami berdua tanpa anak harus dipesantrenkan dari SD. Ketemulah sebuah SD, yg 1 kelas 2 guru, menerapkan pendidikan berdasarkan masa tumbuh kembang anak, tiap tahun anak hafal 1 juz, dan di kelas 5 SD bisa bikin paper dalam bahasa ARAB’dan hafal minimal 100 hadist termasuk 40 hadits Arbain (betul ga ya nulisnya?).

ALhamdulillah, ternyata di suatu semiar pendidkan anak ,saya ketemu orang tua yg menyekolahkan anaknya di SDIT yg lagi saya cari infonya. Dan positif, guru-gurunya persuasif dan suasana belajar katanya menyenangkan. Suami pun kali ini setuju apalagi lokasinya ga jauh dari kantor saya. ALHAMDULILLAH, satu masalah disepakati solusinya, tinggal mulai berinvestasi untuk pembiyaannya. Untuk pemilihan investasi muncul debat baru, yg InsyaALLAH, ada solusinya:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s