Category Archives: Uncategorized

Hati Seluas Samudra (9 Agustus 2010)

Menjelang memasuki bulan Ramadhan, saya merasa masih harus belajar banyak untuk memaafkan. Dan buat saya, guru yg dekat dan bisa menjadi contoh adalah Papa saya.

Terlahir sebagai “darah ndalem” dan benar2 dilahirkan di keraton, tidaklah membuat hidupnya mudah. Perceraian kedua orang tuanya, membuat ia&adiknya semata wayang dibuang ke tengah sawah dekat rumah seorang abdi dalem. Ini agar mempermulus pernikahan kembali Eyang Kakung dengan seorang putri bangsawan. Eyang putri pun menikah kembali dengan seorang tentara.

Papa kemudian terpisah dari adiknya. Ia hidup dari 1 keluarga&berpindah ke keluarga lain, hanya agar bisa disekolahkan. Tak heran, meskipun seorang lelaki, Papa jadi ahli masak, cuci, dan membersihkan rumah. Kehidupan memaksa ia mencari uang sendiri untuk membiayai hidupnya.

 Kelembutan&kasih sayang ALLAH SWT yg memperbaiki hidupnya. Setamat SMP ,ia merantau ke Jakarta. Mencari kerja kantoran agar bisa sekolah di SMA. Ijazah SMP membuat tolakan menjadi santapan harian. Siapa nyana, kebiasaannya untuk menolong seorang nenek yg menjadi tetangganya, membacakan surat dari keluarga (karena si nenek tidak bisa membaca) dan tiap malam Jum’at dzikir Al Fatihah 1000x ditemani lilin( masih susah listrik), berbuah sangat manis.

Berbulan2 kegiatan tersebut dilakukannya hanya karena kasihan pada si nenek tetangganya tersebut. Sampai suatu hari, ia dipanggil untuk diperkenalkan dengan salah 1 keponakan si nenek. Bapak tersebut menyuruhnya untuk datang ke kantor si Bapak, di suatu BUMN ternama, keesokan harinya untuk melamar kerja. Dengan membawa ijazah SMP, Papa datang ke kantor tersebut untuk tes kerja. Sesampainya di kantor tujuan. Bukan tes kerja yg dihadapi, melainkan ia langsung diterima jadi staff tanpa tes apapun juga. Gajinya tiap bulan mengantarnya ke SMA, bahkan bisa kuliah di UI.

Kehidupan&jabatannya terus menanjak sampai ia pensiun. Dendamkah Papa pada kedua orang tuanya yg telah mebuangnya? Tidak sama sekali. Di masa Eyang Kakung tua, Papa mengunjunginya seminggu sekali, membawakan makanan, uang& mengajak berlibur, sampai Eyang Kakung wafat. Dan sekarang, Eyang Putri sudah beberapa tahun di rumah kami. Di saat Eyang berumur diatas 90 tahun, Papa dengan telaten merawatnya, membantu memandikan, membuat makan, menyuapi dan lain sebagainya.

Melihat hal ini saya tidak habis pikir, ya mungkin karena hati saya belum selembut Papa. Perjuangan melembutkan hati dan memaafkan memang masih harus saya tekuni. Papa… bagiku hatimu seluas samudera.

Berbuat Untuk Kebaikan (10 Mei 2010)

 Tulisan ini tentang kekagumanku pada seorang teman lama, yg baru saja dipertemukan kembali oleh ALLAH SWT. Dia seorang muslimah berjilbab yg menjadi salah satu pimpinan di perusahaan asing terkenal. Sosoknya sangat sederhana&ramah. Dan membuat saya kagum adalah kebaikan hatinya.
 
 Ia rela mengajarkan GMAT gratis orang-orang yg baru dikenalnya di dunia maya agar semakin banyak orang bisa memperoleh beasiswa LN. Kiprah terbarunya adalah mendirikan PG&TK idealis yg terjangkau. Saya sebut idealis karena PG&TK ini ingin didirikan lengkap,bermutu dengan merekrut tenaga pengajar berpengalaman&berprestasi. Apa ia ingin memperoleh keuntungan pribadi? Saya hitung2 tidak. Semua hasil uang sekolah&jemputan hanya cukup untuk membayar tenaga bermutu,biaya sewa,biaya bensin&penyediaan fasilitas. Permainan dari yg tradisional sampai modern,kolam renang, sekolah alam yg apik, kolam ikan,berbagai alat musik bahkan para psikolog dan ahli pendidikan dini yg akan menjadi konsultan bagi orang tua murid. Tiap orang tua bahkan sebulan sekali ada kelas khusus agar dapat menerapkan kembali di rumah,metode pengajaran di sekolah.
 
Berapa uang sekolah yg dikutipnya? Yg jelas terjangkau tidak semahal yg terbayang di benak orang2 yg pertama kali mendengar proyek idealis ini. Artinya ia harus nombok dari gaji yg dia peroleh sebagai salah satu pimpinan perusahaan asing terkemuka. Untuk apa ia lakukan semua ini? Sambil tersenyum dia berkata,” Agar bisa ikut berpartisipasi menciptakan generasi penerus yg berakhlaq mulia, cerdas dan mandiri. Aku juga ingin memberikan pendidikan yg terjangkau” Kawanku, sungguh mulia cita2mu, dan semoga semakin banyak orang berhati tulus sepertimu.

Selamat Ulang Tahun Anakku (14 Januari 2010)

Hari ini genap setahun umur anakku. Banyak hal yg mungkin membuat saya tidak bisa memberi yg terbaik. Proses kelahiranmu secara SC karena ketuban keburu hijau&gagal mewujudkan proses IMD krn Bundamu harus segera menjalani pengangkatan 2 kista di ovarium adalah belum seberapa.Baby blues yg Bunda alami membuat Bunda sempat sangat stress dengan tangismu bahkan dengan senyumu.ALHAMDULILLAH,hal tsb tidak lebih dari 2 minggu. ALHAMDULILLAH,itu yg Bunda ucapkan karena engkau tumbuh menjadi anak ceria, lincah, aktif, cerdas dan ramah. Permata hatiku, Ary, Selamat Ulang Tahun. Semoga ALLAH SWT memanjangkan umurmu dengan penuh keberkahan.

(ART) Pengalaman Super Pahit (8 Januari 2010)

Tulisan berikut merupakan asli pengalaman pribadi saya di masa kecil. Pengalaman ini saya bagi semata mata agar para ibu menjadi lebih berhati-hati dalam memilih ART.
 
Antara umur 2,5- 5,5 thn saya diasuh oleh seorang ART yg sangat kejam. Kedua orang tua saya yg super sibuk (Mama seorang auditor & Papa penerbang) tidak mengetahui apa yg saya alami sehari2. Layaknya anak balita, saya sering melakukan Gerakan Tutup Mulut dikala waktu makan.Dan jika ini terjadi maka si ART dengan kasar akan menjejali kain pel ke dalam mulut saya. Jika saya ngemut makanan, maka tamparan di pipi akan saya terima sebagai konsekwensinya. Dan dengan tekanan2 kekejamannya, saya tumbuh menjadi anak penakut, super pemalu dan rendah diri. Yang saya ingat setelah umur 5 tahun, saya suka kabur sembunyi darinya. Akhirnya ada beberapa orang tetangga yg melihat kekejamannya dan mengadukan ke Mama. Dan wajar akhirnya dia dipecat setelah 3 tahun bekerja di keluarga kami.
 
Namun KDRT yg saya alami belum beranjak jauh. Tak lama kemudian, Mama mempekerjakan seorang Baby Sitter untuk mengasuh adik saya yg masih bayi. BS adik dari seorang tetangga di kompleks kami. Dan sang kakak mengatakan dia ada sedikit gangguan emosional. Sang BS sangat gemar menjelek-jelekkan saya ke para tetangga. Hinaan kuno, bodoh, payah adalah santapan sehari-hari yg saya terima darinya. Alhasil saya menjadi semakin penakut&rendah diri (walaupun sang BS akhirnya juga dipecat karena semakin “aneh”).
 
Yudith kecil selalu meyakini bahwa dirinya adalah anak bodoh. Bahkan walau test IQ semasa TK menunjukkan skor 142, tapi saya tetap percaya saya super bodoh. Ketika kelas 1 SD saya sangat kaget dinyatakan masuk ranking 3 besar. Ketika para ibu teman-teman menyalami, si yudith kecil benar2 tidak bisa mempercayai hal ini. Namun kejadian tersebut membuat saya mulai memupuk rasa percaya diri. Sungguh sangatlah tidak mudah dan perlu waktu lama. Bisa dikatakan, rasa percaya diri saya baru benar-benar pulih setelah saya menginjak bangku SMP.
 
Semoga cerita ini bisa membuat para orang tua lebih berhati-hati dalam memilih ART/BS/Pengasuh para putra&putrinya:)

Suamiku (31 Oktober 2009)

Lg melow malam2. Menatap suamiku tertidur, saya mengingat banyak kisah dalam perjalanan hidup. Dia seorang laki2 biasa, sangat biasa&sederhana, yg membuat tidak sedikit orang bertanya mengapa memilih dia menjadi suamiku. Ini mungkin yg dinamakan jodoh. Saya dulu mungkin tidak pernah menyangka akan bisa menikah. Mengapa? Bukan karena masalah fisik&duniawi…sungguh bukan. Tapi karena ada “sesuatu yg aneh” yg menyertai saya dari lahir. Sesuatu yg dgn penuh air mata saya selalu mohonkan ke hadirat ALLAH SWT, di tiap sujud,tiap helaan nafas u/ dpt “dibebaskan”. Dan setelah terbebas,dgn carut marut bekas luka yg ada, hanya dia, suamiku, yg dpt memahami&membuat semuanya menjadi ringan. Seorang laki-laki sholeh, yg banyak menghabiskan waktu u/ menangis di hadapan ALLAH SWT. Laki2 yg selalu ada tadarus di tiap sholat wajib&sunnah. Dia lelaki yg sangat sederhana di mata dunia, tapi tidak dimataku. Karena dialah lelaki yg bisa mengatakan “saya mencintaimu karena saya mencintai ALLAH SWT. saya ingin bisa diizinkan bersamamu memasuki surga” Dia lelaki sederhana yg tidak takut apapun karena dia yakin semua kejadian atas kehendak ALLAH SWT. Di malam ini, saya tatap engkau suamiku. Terimakasih telah memilihku menjadi pendampingmu,terimakasih telah bisa menerima sisa luka masa laluku,dan carut marut “keanehan” yg pernah terjadi di awal perkenalan kita. Terimakasih suamiku, ku mencintaimu Sayangku.

Anak (5 Oktober 2009)

Punya anak mudah kadang membuat saya mungkin khilaf. Terkadang mengeluh kalo dia rewel, begadang bikin susu(stelah perjuangan u/ASI harus kandas memasuki bln ke-6,hiks…hiks). Padahal apalah artinya lelah& mengantuk menjaga anak,menyusuinya dbandingkan kebahagiaan melihat permata hati tumbuh beriman,sehat,cerdas&ceria:) Apalagi berkaca dari pengalaman beberapa teman,yg harus menempuh perjalanan panjang u/ bisa memiliki keturunan. Salah satunya adalah pasangan yg telah 3 tahun menikah. Berbagai pengobatan baik medis maupun alternatif ditempuhnya. Bahkan sempat divonis harus bayi tabung. Di tengah keputus asaan&kelelahan fisik,bathin&materi yg jumlahnya tdk sdikit,suatu hari mereka diperkenalkan dg metode detoks secara herbal,krn cukup mahal,stlh 3x datang mereka berhenti&beralih ke shinse. 2x datang, sang istri hamil. Kata teman saya mungkin obat si shinse jd cepat manjur krn sbelumnya mereka ikut pengobatan detox herbal. Entahlah. Yg jelas teman saya itu punya prinsip bahwa ALLAH akan mengabulkan do’a setelah kita berusaha maksimal. Dan melihat dari pengalaman panjang mereka,rasanya sangat tidak pantas kalo saya masih mengeluh (walo jarang banget) dalam mengasuh anak. Sungguh malu rasanya. Ampuni hamba-MU ya ALLAH yg kurang bersyukur.

Proyek yang Harus Dilupakan (29 September 2009)

Hari pertama baru bisa masuk kantor (karena pengasuh Ary baru balik), dapat pemberitahuan ‘proyek’ dari teman. Nilainya lumayan banget,50 jt bayaran net,untuk 3 bulan dengan petualangan. Petualangan? Iyalah,krn harus k Papua, Sulawesi Tenggara, Medan & Jatim. Wah berpetualang mah,ane paling doyan. Dibayar pula. Cuma…3bln jauh dari Ary??? Wuahhh kayaknya ga dech. Nanti dia melangkah pertama saya ga ada d sisinya,bgitu pula kalimat2 pertama. Ya ALLAH,ringankan hati ini untuk melepas proyek& teguhkan iman u/ meyakini rezeki darimu akan datang dari arah lain, InsyaALLAH, AMIIN.